Rahim

Rahim

January 21, 2015 Motivation 0

Pagi ini, seorang teman membagikan sebuah cerita yang menarik dari sebuah group di Facebook. Inti cerita itu adalah tentang kepercayaan pada Tuhan dan kehidupan yang akan datang. Tapi cara pembuat cerita itu membungkusnya dalam sebuah analogi yang menarik, bagi saya sangat brilliant dan menggugah. Saya pun tak sabar untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dan membagikannya untuk anda di blog ini. Semoga anda semua diberkati dengan cerita ini.

Dalam rahim seorang ibu, dua orang bayi kembar berdebat. “Apakah kau percaya ada kehidupan sesudah persalinan?” tanya bayi pertama. “Tentu saja. Aku percaya ada kehidupan yang menanti kita sesudah persalinan. Mungkin tujuan kita sekarang berada di sini untuk mempersiapkan diri kita menuju kehidupan itu,” jawab bayi kedua. “Ah, omong kosong!” balas bayi pertama. “Tidak ada kehidupan setelah persalinan. Kalaupun ada, seperti apa kira-kira kehidupan itu?” “Saya tidak tahu. Tapi yang jelas, di sana itu pastilah lebih terang daripada di sini. Kita mungkin akan berjalan dengan kaki kita dan makan dengan mulut kita.” “Ah, mustahil! Berjalan itu mustahil. Dan, makan dengan mulut? Kau pasti bercanda. Jelas kita makan melalui tali pusar, bukan mulut. Dan tali pusar kita terlalu pendek untuk dibawa berjalan,” kata bayi pertama sambil mencibir. “Saya yakin ada sesuatu di sana dan mungkin segalanya berbeda dengan di sini.” jawab bayi kedua penuh keyakinan. Bayi pertama bersikeras, “Tidak ada seorangpun yang pernah datang ke sini dari luar sana. Persalinan itu adalah akhir dari kehidupan, dan yang ada sesudah persalinan hanyalah kehampaan dan kita tidak akan kemana-mana.” “Mmm, saya tidak tahu,” kata bayi kedua, “tapi satu keyakinanku, kita akan bertemu Ibu dan ia akan menjaga kita.” “Ibuuu!!!?? Kau percaya pada ibu? Coba tunjukkan, di mana ia sekarang?”. “Ia ada di sekitar kita. Di dalam dialah kita hidup. Tanpanya, dunia yang kita kenal ini tak pernah ada,” jawab bayi kedua. “Aku tidak melihat dia. Jadi secara logis, ia tidak pernah ada,” kata bayi pertama berlogika.  Sambil tersenyum, bayi kedua berkata, “Jika kau diam dalam hening, kadangkala kau bisa mendengar suaranya, kau bisa merasakannya. Aku percaya ada sebuah realitas setelah persalinan dan kita di sini sedang mempersiapkan diri kita untuk realitas itu”.

 

Terjemahan bebas dari: Synaptic Stimuli

Image via: http://go.sky.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *