Catatan Kecil Dari Ruang Perpustakaan Kumadai

Catatan Kecil Dari Ruang Perpustakaan Kumadai

September 4, 2014 Education 0

Selesai lunch siang ini, sekedar iseng saya mengunjungi perpustakaan kampus Kumamoto University. Sudah agak lama saya tidak ke sini. Mungkin terakhir beberapa bulan yang lalu. Meskipun tidak ada yang spesifik ingin dibaca, tidak ada salahnya mampir. Sekedar ingin “memantau” perkembangan-perkembangan teranyar di perpustakaan ini.

Waktu melangkahkan kaki memasuki ruang perpustakaan, semilir angin dari AC berhembus dingin. Lumayan menyegarkan di teriknya musim panas Kumamoto yang lembab. Di gerbang depan, saya mengeluarkan kartu mahasiswa dari dompet. Setiap pengunjung harus menggesekkan kartu mahasiswa (atau kartu dosen?) di gerbang elektronik, yang akan terbuka jika kartu tersebut terotentifikasi. Di front office, hanya ada satu petugas berdiri di counter peminjaman buku, tersenyum ramah pada tiap pengunjung. Di sebelahnya, satu lagi petugas berdiri menunggu, di depan mejanya tertulis besar-besar: “INFORMATION… ask anything here”, siap membantu meskipun siang ini nampaknya jumlah pengunjung hanya segelintir saja. Maklum, semester baru belum officialy dimulai.

Sepertinya, di perpustakaan ini keamanan adalah faktor yang ke sekian. Tak ada proses penitipan tas atau bawaan lain sebelum masuk ke perpustakaan, sebagaimana yang umum di negeri saya. Artinya, pengelola perpustakaan ini lumayan percaya bahwa para mahasiswa dan dosen yang berkunjung tidak akan tega mencuri koleksi buku mereka. Memang, semuanya bisa dibuat simpel seandainya kita bisa saling percaya.

Lanjut… Di sebelah counter depan, saya berhenti sejenak. Memandangi susunan rapi majalah-majalah dan jurnal periodik. Sayang… hanya ada beberapa yang English, salah satunya majalah “Scientific American” kesayangan saya. Ada beberapa pengunjung yang sedang membaca. Yang menarik, beberapa di antaranya ibu-ibu, lumayan uzur, kayaknya bukan dosen dan bukan pula mahasiswa. Emm, saya kurang tahu kebijakan perpustakaan ini untuk pengunjung di luar warga kampus. Mungkin sekali waktu akan saya tanyakan. Tapi tebakan saya, siapapun bisa berkunjung ke sini, asalkan mendaftar menjadi anggota.

Well, nyaman sekali perpustakaan kami. Lantai 2 full dipakai sebagai penyimpanan koleksi buku dan multimedia, serta ruang baca. Lantai 1 sebagian digunakan untuk berbagai keperluan lain. Misalnya, selain ruang baca buku referensi (kamus, encyclopedia dll), ada ruang komputer yang dapat digunakan oleh mahasiswa kapan saja. Tidak banyak sih. Kalau saya hitung, ada 30 unit PC siap tersedia di ruangan ini. Mungkin karena ini jamannya BYOD (Bring Your Own Device)… hehehe. Btw, artikel ini saya buat dari salah satu komputer tersebut.

Selain ruang komputer, di lantai 1 ada juga ruang diskusi, baik yang skala besar maupun yang kecil. Kelihatan sekali, kegiatan diskusi di-sokong penuh dalam operasional perpustakaan ini. Untuk diskusi kecil, disediakan meja-meja bundar untuk 4~5 orang. Untuk diskusi yang besar, disediakan semacam kelas yang kedap suara, dengan demikian tidak mengganggu pengunjung perpustakaan yang lain. Saya masih ingat, sebelum di re-open tahun lalu (setelah renovasi besar-besaran), saya sempat membaca brosurnya, bahwa salah satu konsep yang ingin diusung oleh perpustakaan kampus kami adalah, bahwa pengunjung bisa bercakap-cakap dan berdiskusi sekehendak hati tanpa kuatir membuat kegaduhan. Ternyata ini realisasinya.

Ok, cukup dulu laporan pandangan mata dari perpustakaan kampus Kumamoto University…hehe. Di balik cerita ini, tersirat harapan agar perpustakaan kampus saya di Unsrat Manado suatu saat bisa jadi seperti ini. Keadaan sekarang sih saya kurang tahu, berhubung sudah meninggalkan kampus untuk tugas belajar hampir 5 tahun. Tapi saya pikir, ini contoh yang baik untuk sebuah perpustakaan kampus. Beberapa orang mungkin berpikir, perpustakaan hanyalah suatu tempat mengoleksi buku. Tapi menurut saya, perpustakaan yang baik harusnya tidak saja menjadi tempat untuk membaca, tapi juga tempat dimana kita merasakan kuatnya atmosfer ilmu pengetahuan yang menghembuskan semangat belajar serta merangsang kreatifitas.

Well, cukup dulu bacotan saya. It’s time to go back to the lab. I think I should come here more often. Mata…!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *